Apa yang salah dengan pembangunan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Celukan Bawang?

Rabu, 15 Agustus 2018 10:02 WIB

PLTU Celukan Bawang di Gerokgak, Buleleng, Bali. (Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)

Indonesia merupakan negara yang dilimpahkan keakayaan alam oleh tuhan yang maha kuasa, diantaranya kekayaan akan flora dan fauna serta sumber daya alam yang melimpah. Salah satu dari sumber daya alam yang dieksploitasi untuk digunakan sebagai sumber energi, khususnya energy listrik yaitu batu bara. Adapun fungsi dari batu bara sendiri yaitu sebagai bahan baku dalam pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Salah satu PLTU yang dibangun yaitu PLTU Celukan Bawang yang bertempat di Gerokgak, Buleleng, Bali. Saat ini, PLTU celukan bawang memasuki tahap kedua yaitu membangun pembangkit uap berkapasitas sebesar 2 x 330 MW di lokasi exciting saat ini (Bisnis.com, 2018).

Dalam perjalanannya, ternyata pembangunan ini tak semulus yang diharapkan, karena mendapat perlawanan dari masyarakat yang bermukim di sekitar daerah rencana pembangunan. Alasan masyarakat menentang pembangunan PLTU Celukan Bawang ini karena:  pertama, masyarakat tidak dilibatkan dalam proses Analisa Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL); kedua, sejak tahun 2015 masyarakat sama sekali tidak mendapatkan sosialisasi terkait rencana pembangunan PLTU Celuan Bawang (Kumparan.com, 2018). Sehingga melihat beberapa alasan tersebut, masyarakat yang didampingi oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bali dan juga greenpeace menggugat Gubernur Bali selaku pemberi  izin pembangunan PLTU ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar.

Melihat kasus ini, seharusnya pembangunan PLTU Celukan Bawang diberhentikan total dengan alasan, 1) Tidak memiliki dokumen AMDAL yang jelas, 2) Terjadinya penolakan oleh masyarakat sekitar. Kedua alasan ini sudah menjadi bukti yang fatual untuk menghentikan pembangunan ini karena mengganggu kenyamanan masyarakat dalam melangsungkan kehidupannya. Pemerintah seharusnya turun tangan dalam hal ini karena sampai saat ini permasalahan PLTU Celukan Bwang belum juga selesai. Selain itu, jika menindaklanjuti hasil Paris aggrement, pembangunan PLTU Celukan Bawang ini membawa dampak buruk bagi masyarakat Bali, bahkan akan mengancam kesehatan lingkungan dunia.

 

Penulis : Agus Firmansyah

Editor : HMJ Kehutanan

Shared: