Forkasi 3.2 : Eksplorasi Flora Fauna dalam rangka peringatan Hari Alam Liar Sedunia

Senin, 04 Maret 2019 21:26 WIB

MALANG, Kominfo HMJ Kehutanan - Pada 3 Maret 2019, Merupakan hari peringatan alam liar sedunia (World Wildlife Day). Peringatan World Wildlife Day ditetapkan untuk mengkampanyekan kepada khalayak tentang kesadaran akan nilai penting satwa, flora, dan kehidupan liar dunia terutama yang terancam punah. Sejarah penetapan hari besar konservasi ini dimulai pada pertemuan COP16 (CITES Sixteenth Conference of the Parties) pada tahun 2013 di Bangkok. Konferensi ini memutuskan rekomendasi besar dari para konservator yang tergabung pada CITES (Convention on International Trdae in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) kepada PBB (Perserikatan Bangsa - Bangsa) agar 3 Maret 1973 yang merupakan tanggal diadopsinya kesepakatan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), ditetapkan dan diperingati sebagai Hari Wildlife Sedunia. Akhirnya pada 20 Desember 2013, Sidang Umum PBB akhirnya menetapkan 3 Maret sebagai hari khusus untuk menghargai keragaman hayati dunia, utamanya satwa dan flora liar. Hingga pada 3 Maret 2014, untuk pertama kalinya dirayakan Hari Alam Liar Sedunia atau World Wildlife Day.

HMJ Kehutanan berkolaborasi dengan Kelompok Studi Satwa Liar (KSSL) menyelenggarakan kegiatan Forkasi 3.2. yang mengangkat kegiatan Eksplorasi Flora Fauna di KHDTK Universitas Muhammadiyah Malang Pujon. Kegiatan ini diikuti oleh 84 orang itu dibagi kedalam 5 kelompok besar, masing - masing kelompok melakukan identifikasi pada lokasi dan jenis topografi yang berbeda. Topografi dan kondisi yang berbeda ini diharapkan mampu mewakili jenis habitat yang berbeda. Habitat terpilih adalah agroforestry, hutan homogen, savana, lokasi lembab berair di bawah tegakan, dan lokasi dataran tinggi. Pada lokasi agroforestry ditemukan jenis vegetasi tanaman kopi masyarakat di antara tanaman produksi kayu rimba, fauna yang ditemukan terdiri jenis jenis aves seperti tekukur (Spilopelia chinensis). Pada lokasi hutan homogen, merupakan bekas kawasan produksi getah pinus Perum Perhutani, dominansi vegetasi jenis pinus, fauna ditemukan jenis trucuk (Pycnonotus goiavie). Pada lokasi savana sebenarnya tidak terlalu luas dengan jenis vegetasi didominansi oleh rumput gajah hasil budidaya masyarakat, topografi savana di apit oleh perbukitan sehingga cocok untuk peredaran satwa liar aves, jenis fauna yang diketahui adalah elang ular bido (Spilornis cheela). Pada lokasi lembab banyak ditemukan jenis - jenis jamur, katak, lintah dan tanaman rambat. Pada lokasi dataran tinggi ditemukan jenis - jenis anggrek terestrial. Pengamatan tidak berlangsung lama lantaran cuaca berubah hujan deras berkabut, sehingga memaksa eksplorasi dihentikan dengan segera dan membuat bivak - bivak buatan, dan menyalakan perapian. Tujuan dilakukannya eksplorasi adalah untuk mengidentifiksi keragaman flora fauna pada KHDTK yang baru diberikan kepada Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang, selain itu kegiatan ini merupakan bentuk pelatihan kepada rimbawan muda khususnya mengenai pengalaman kegiatan dan metode identifikasi flora fauna di lapang. Kedepan hasil eksplorasi akan dikaji ulang melalui sekolah riset dan akan ditinjau kembali untuk pengkayaan jenis flora fauna teridentifikasi melalui kegiatan ekspedisi pada acar Sylva Camp. Foto pengamatan terbaik kemudian akan dipamerkan pada FPP Day Bulan Maret mendatang.

Shared: